Tanah (bahasa Yunani: pedon; bahasa Latin: solum) adalah bagian kerak bumi yang tersusun dari mineral dan bahan organik. Sudah sedikit tergambar yah apa itu tanah? Jika belum, arti sederhana yang dapat dipahami adalah tanah yaitu bentukan dari pelapukan batuan dan bahan organik dengan waktu ribuan tahun untuk membentuk satu profil tanah serta memiliki horizon-horizon (lapisan2) tanah. Jadi, tanah itu terbentuk karena pelapukan batuan dan bahan organik yang sangat lama dalam pembentukannya serta memiliki horizon tanah ya gaes. Makanya kenapa sekarang ini harga sepetak tanah menjadi mahal itu sebabnya karena untuk membentuk tanah yang sempurna dibutuhkan waktu ribuan tahun gaes, hehe. Jika suatu kerak bumi yang tidak sesuai dengan definisi tanah, maka belum dikatakan sebagai tanah. Berikut ini gambar Tanah
Oke, Tanah itu sangat penting sekali peranannya di kehidupan kita. Bukan hanya di bidang pertanian, lebih luas lagi untuk kehidupan manusia misalnya dalam hal membuat bangunan. Manakala kita membuat suatu bangunan rumah dan tidak mengetahui jenis tanah yang akan di bangun itu bisa berakibat fatal untuk ketahanan dari bangunan tersebut. Karena setiap daerah memiliki keistimewaan tanah tersendiri. Misalnya saja daerah Indramayu, tanah di Indramayu sangat cocok ditanami tanaman Mangga dan untuk rasa buahnya pun sangat khas sekali. Terus, haruskah kita tahu satu persatu jenis tanah? Bagusnya sih gitu, hehe. Sebelum ke jenis2 Tanah, saya bahas dulu ya apa sih maksud atau arti dari setiap Horizon-Horizon Tanah?. Oke, Mari simak penjelasannya.
Setiap horizon memiliki karakteristik tanah
yang beragam. Adapun pembagian jenis-jenis horizon tanah adalah sebagai berikut
:
1.
Horizon O
Horizon O merupakan lapisan Horizon
paling atas yang didominasi oleh material organik seperti sisa-sisa tumbuhan,
jasad tanaman dan hewan yang berada di permukaan tanah.
2.
Horoizon A
Horizon A merupakan simbol untuk
Horizon tanah mineral yang terbentuk pada permukaan tanah atas atau lapisan
atas di bwah lapisan O. Pada horizon ini menunjukkan kehilangan atas seluruh
atau sebagaian besar struktir batuan asli dalam tanah dan menujukkan sifat
yaknni akumulasi bahan organik terhumifikasi yang bercampur sangat intensif
dengan fraksi mineral dan tidak didominasi oleh sifat dari karakteristik
horizon dibawahnya. Sifat tersebut terbentuk dari proses pengolahan tanah,
pengembalaan ternak atau yang serupa.
3.
Horizon E
Horizon E merupakan simbol untuk
horizon yang mengalami kehilangan liat, silikat, besi, alummuniun atau
kombinasi dari senyawa-senyawa tersebut. Pada horizon ini menunjukkan sebagian
besar struktur batuan asli yang mulai hilang. Untuk membedakan dengan batas
horizon di bawahnya dapat dicirikan oleh warna yang lebih terang daripada
horizon B.
4.
Horizon B
Horizon B merupakan Horizon yang
terbentuk di bawah Horizon A,E, atau O yang telah mengalami perkembangan
horizon. Pada horizon ini dapat dicirikan oleh hilangnya seluruh atau sebagian
besar struktur batuan asli dan memperlihatkan satu atau lebih sifat tanah,
seperti konsentrasi alluvial dari silikat, senyawa besi, alummunium, humus,
karbonat dalam bentuk tunggal ataupun kombinasi. Selain itu, terdapat
tanda-tanda pemindahan atau penambahan senyawa karbonat pada tanah, adanya
penyelaputan sequioksida yang memperlihatkan warna horizon lebih pucat.
5.
Horizon C
Horizon C merupakan Horizon atau
lapisan bahan induk tanah yang dipengaruhi oleh sedikit proses pedogenik
dan tidak memiliki karakteristik seperti pada horizon O, A, E ataupun B.
Horizon ini merupakan lapisan tanah terbawah yang terdiri dari batuan dasar
yang melapuk.
6.
Horizon R
Horizon R merupakan horizon dengan
lapisan batuan induk paling dasar yang terbentuk dari batuan yag sangat
padat dan pejal serta belum mengalami pelapukan. Batuan tersebut misalnya
granit, basalt, batu gamping , batu pasir, dan lain-lain.
Dengan memahami pengelompokon jenis horizon
tanah, maka kita akan mengetahui tentang karakteristik dari tingkat
perkembangan serta usia tanah.
Karena dalam proses pembentukan tanah
memerlukan waktu tertentu (biasanya lama), sehingga untuk mengetahuinya kita
dapat melihat dan mempelajari lapisan-lapisannya.
Semakin banyak atau lengkap horizon tanah,
maka akan semakin tua usia tanah. Sedangkan apabila melihat dari warna tanah
dari setiap horizon tersebut menunjukkan perbedaan kondisi aerob atau anaerob
tanah. (http://agroteknologi.id/jenis-jenis-horizon-tanah/)
Baiklah, sekian dulu penjelasan tentang tanah, horizon2 tanah dan peranan tanah dalam kehidupan kita. Semoga bermanfaat :)
Jangan lupa bagikan ya :) Karena semakin banyak anda berbagi ilmu pengetahuan yang bermanfaat, maka Allah pun memberi limpahan ilmu kepada anda. Aamiin.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar