Di negara kita sangat mungkin untuk menanam hampir semua tanaman yang ada di dunia, hehe (lebay sih). Tetapi memang itu yang kita rasakan. Ibaratnya, tanah Indonesia itu tanah surga gaes, beneran. Subur badai, haha. Oke, udah dulu basa-basinya. Sekarang saya mau share info menarik nih. Yaitu tentang Manfaat Sawi. Kuy.. Simak penjelasan berikut ini. :)
MANFAAT
Manfaat sawi sangat
baik untuk menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk.
Penyembuh penyakit kepala, bahan pembersih darah, memperbaiki fungsi ginjal,
serta memperbaiki dan memperlancar pencernaan. Sedangkan kandungan yang
terdapat pada sawi adalah protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A,
Vitamin B, dan Vitamin C.
KLASIFIKASI BOTANI
Divisi : Spermatophyta.
Subdivisi : Angiospermae.
Kelas : Dicotyledonae.
Ordo : Rhoeadales (Brassicales).
Famili : Cruciferae (Brassicaceae).
Genus : Brassica.
Spesies : Brassica Juncea.
JENIS-JENIS SAWI
Secara umum tanaman
sawi biasanya mempunyai daun panjang, halus, tidak berbulu, dan tidak berkrop.
Petani kita hanya mengenal 3 macam sawi yang biasa dibudidayakan yaitu : sawi
putih (sawi jabung), sawi hijau, dan
sawi huma.
Sekarang ini
masyarakat lebih mengenal caisim alias sawi
bakso. Selain itu juga ada pula jenis sawi keriting dan sawi monumen.
Caisim alias sawi bakso ada juga yang menyebutnya sawi cina., merupakan jenis
sawi yang paling banyak dijajakan di pasar-pasar dewasa ini. Tangkai daunnya
panjang, langsing, berwarna putih kehijauan. Daunnya lebar memanjang, tipis dan
berwarna hijau. Rasanya yang renyah, segar, dengan sedikit sekali rasa pahit.
Selain enak ditumis atau dioseng, juga untuk pedangan mie bakso, mie ayam, atau
restoran cina. Sawi yang ada di pasaran saat ini
adalah Jenis Sawi Manis : Sawi Tosakan, Sawi Shinta, Sawi Cristina,
Sawi Kumala, Sawi Green Pack Choy, Sawi Putih : Sawi Aikun, Sawi Maxell, Sawi
Itto, Sawi Summer Highland, Sawi Exellent, Delli CR, Sawi Pahit Morakot,
Sawi Daging F1 Nauli, Sawi Daging F1 Gardena, Sawi Daging F1 Flamingo.
SYARAT TUMBUH
Sawi bukan tanaman asli Indonesia,
menurut asalnya di Asia. Karena Indonesia mempunyai kecocokan terhadap iklim,
cuaca dan tanahnya sehingga dikembangkan di Indonesia . Tanaman sawi dapat
tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin, sehingga dapat
diusahakan dari dataran rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya
hasil yang diperoleh lebih baik di dataran tinggi. Daerah penanaman yang
cocok adalah mulai dari ketinggian 5 meter sampai dengan 1.200 meter
di atas permukaan laut. Namun biasanya dibudidayakan pada daerah yang mempunyai
ketinggian 100 meter sampai 500 meter dpl. Tanaman sawi tahan terhadap air
hujan, sehingga dapat di tanam sepanjang tahun. Pada musim kemarau yang
perlu diperhatikan adalah penyiraman secara teratur. Berhubung dalam
pertumbuhannya tanaman ini membutuhkan hawa yang sejuk. lebih cepat tumbuh
apabila ditanam dalam suasana lembab. Akan tetapi tanaman ini juga tidak senang
pada air yang menggenang. Dengan demikian, tanaman ini cocok bila di tanam pada
akhir musim penghujan. Tanah yang cocok untuk ditanami sawi adalah tanah
gembur, banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya
baik. Derajat kemasaman (pH) tanah yang optimum untuk pertumbuhannya
adalah antara pH 6 sampai pH 7.
BUDIDAYA TANAMAN SAWI
Cara bertanam sawi sesungguhnya
tak berbeda jauh dengan budidaya sayuran pada umumnya. Budidaya konvensional
di lahan meliputi proses pengolahan lahan, penyiapan benih,
teknik penanaman, penyediaan pupuk dan pestisida, serta pemeliharaan
tanaman. Sawi dapat ditanam secara monokultur maupun
tunmpang sari. Tanaman yang dapat ditumpangsarikan
antara lain : bawang dau, wortel, bayam, kangkung darat. Sedangkan menanam
benih sawi ada yang secara langsung tetapi ada juga melalui pembibitan terlebih
dahulu. Berikut ini akan dibahas mengenai teknik budidaya sawi secara
konvensional di lahan.
PEMBENIHAN
Benih merupakan salah satu
faktor penentu keberhasilan usaha tani. Benihyang baik akan
menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan bagus. Kebutuhan benih sawi untuk
setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawiberbentuk
bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit
benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai
kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan,
varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus
memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan
alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan
dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya
tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70
hari. Dan penanaman sawi yang akan
dijadikan benih terpisah dari tanaman sawiyang
lain. Juga memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan
dianginkan, tempat penyimpanan dan diharapkan lama penggunaan benih tidak lebih
dari 3 tahun.
PENGOLAHAN TANAH
Pengolahan tanah
secara umum melakukan penggemburan dan pembuatan bedengan. Tahap-tahap
pengemburan yaitu pencangkulan untuk memperbaiki struktur tanah dan sirkulasi
udara dan pemberian pupuk dasar untuk memperbaiki fisik serta kimia tanah yang
akan menambah kesuburan lahan yang akan kita gunakan. Tanah yang
hendak digemburkan harus dibersihkan dari bebatuan, rerumputan, semak atau
pepohonan yang tumbuh. Dan bebas dari daerah ternaungi, karena tanaman sawi
suka pada cahaya matahari secara langsung. Sedangkan kedalaman tanah yang
dicangkul sedalam 20 sampai 40 cm. Pemberian pupuk kandang fermentasi 3 –
5 ton/ha. Pupuk kandangfermentasi diberikan
saat penggemburan agar cepat merata dan bercampur dengan tanah yang
akan kita gunakan. Bila daerah yang mempunyai pH terlalu rendah (asam)
sebaiknya dilakukan pengapuran. Pengapuran ini bertujuan untuk menaikkan
derajad keasam tanah, pengapuran ini dilakukan jauh-jauh sebelum penanaman
benih, yaitu kira-kira 2 sampai 4 minggu sebelumnya. Sehingga waktu yang baik
dalam melakukan penggemburan tanah yaitu 2 – 4 minggu sebelum lahan hendak
ditanam. Jenis kapur yang digunakan adalah kapur kalsit (CaCO3) atau dolomit
(CaMg(CO3)2).
PEMBIBITAN
Pembibitan dapat
dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk penanaman.Hal tersebut
dilakukan agar lebih efisien dan benih akan lebih cepat beradaptasi terhadap
lingkungannya. Ukuran bedengan pembibitan yaitu lebar 80 – 120 cm dan
panjangnya 1 – 3 meter. Jika curah hujan lebih dari 200 mm/bulan, tinggi
bedengan sebaiknya dibuat setinggi 20 – 30 cm. Dua minggu sebelum di tabur
benih, bedengan pembibitan ditaburi dengan pupuk kandang kemudian di tambah 20
gram urea, 10 gram TSP, dan 7,5
gram Kcl.
Cara melakukan
pembibitan ialah sebagai berikut : benih ditabur, lalu ditutupi tanah setebal 1
– 2 cm, lalu disiram dengan sprayer. Setelah berumur 3 – 4 minggu sejak
disemaikan tanaman dipindahkan ke bedengan.
PENANAMAN
Bedengan dengan ukuran lebar 120 cm dan
panjang sesuai dengan ukuran petak tanah. Tinggi bedeng 20 – 30 cm dengan
jarak antar bedeng 30 cm, seminggu sebelum penanaman dilakukan pemupukan
terlebih dahulu yaitu pupuk kandang 3 – 5 ton/ha, TSP 40 kg/ha, Kcl 15
kg/ha. Sedang jarak tanam dalam bedengan 40 x 40 cm , 30 x 30 dan 20 x 20
cm. Pilihlah bibit yang baik, pindahkan bibit dengan hati-hati, lalu
membuat lubang dengan ukuran 4 – 8 x 6 – 10 cm.
PEMELIHARAAN
Pertama-tama yang perlu diperhatikan
adalah penyiraman, penyiraman ini tergantung pada musim, bila musim penghujan
dirasa berlebih maka kita perlu melakukan pengurangan air yang ada, tetapi
sebaliknya bila musim kemarau tiba kita harus menambah air demi kecukupan tanaman
sawi yang kita tanam. Bila tidak terlalu panas penyiraman
dilakukan sehari cukup sekali sore atau pagi hari. Penjarangan dilakukan 2
minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu
rapat. Penyulaman ialah tindakan penggantian tanaman ini dengan tanaman baru. Caranya sangat
mudah yaitu tanaman yang mati atau terserang hama dan penyakit diganti dengan
tanaman yang baru. Penyiangan biasanya dilakukan 2 – 4 kali selama masa
pertanaman sawi, disesuaikan dengan kondisi keberadaan gulma pada bedeng
penanaman. Biasanya penyiangan dilakukan 1 atau 2 minggu setelah penanaman.
Apabila perlu dilakukan penggemburan dan pengguludan bersamaan dengan
penyiangan. Pemupukan tambahan diberikan setelah 3 minggu tanam, yaitu
dengan urea 20 kg/ha.
PENANAMAN VERTIKULTUR
Langkah – angkah penanaman secara
vertikultur adalah sebagai berikut : Benih disemaikan pada kotak persemaian denagn
media pasir. Bibit dirawat hingga siap ditanaman pada umur 14 hari sejak benih
disemaikan. Sediakan media tanam berupa tanah top soil, pupuk kandang,
pasir dan komposdengan perbandingan 2:1:1:1 yang dicampur
secara merata. Masukkan campuran media tanam tersebut ke dalam polibag
yang berukuran 20 x 30 cm. Pindahkan bibit tanaman yang sudah siap tanam
ke dalam polibag yang tersedia. Tanaman yang dipindahkan biasanya telah berdaun
3 – 5 helai. Polibag yang sudah ditanami disusun pada rak-rak yang
tersedia pada Lath House.
PENANAMAN HIDROPONIK
Langkah-langkah penanaman secara
hidroponik adalah sebagai berikut :
Siapkan wadah persemaian . Masukkan
media berupa pasir halus yang disterilkan setebal 3 – 4 cm. Taburkan
benih sawi di atasnya selanjutnya tutupi kembali dengan lapisan pasir setebal
0,5 cm. Setelah bibit tumbuh dan berdaun 3 – 5 helai (umur 3 – 4 minggu, bibit dicabut
dengan hati-hati, selanjutnya bagian akarnya dicuci dengan air hingga bersih,
akar yang terlalu panjang dapat digunting. Bak penanaman diisi bagian
bawahnya dengan kerikil steril setebal 7 – 10 cm, selanjutnya di sebelah atas
ditambahkan lapisan pasir kasar yang juga sudah steril setebal 20 cm. Buat
lubang penanaman dengan jarak sekitar 25 x 25 cm, masukkan bibit ke
lubang tersebut, tutupi bagian akar bibit dengan
media hingga melewati leher akar, usahakan posisi bibit tegak lurus dengan
media. Berikan larutan hidroponiklewat
penyiraman, dapat pula pemberian dilakukan dengan sistem drip irigation atau
sistem lainnya, tanaman baru selanjutnya dipelihara hingga tumbuh besar.
HAMA DAN PENYAKIT
HAMA.
Ulat titik tumbuh (Crocidolomia
binotalis Zell.).Ulat tritip (Plutella maculipennis).Siput (Agriolimas
sp.).Ulat Thepa javanica.Cacing bulu (cut worm).
PENYAKIT.
Penyakit akar pekuk.Bercak daun
alternaria.Busuk basah (soft root).Penyakit embun tepung (downy
mildew).Penyakit rebah semai (dumping off).Busuk daun.busuk Rhizoctonia (bottom
root).Bercak daun.Virus mosaik.
PANEN DAN PASCA PANEN
Dalam hal pemanenan penting sekali
diperhatikan umur panen dan cara panennya. Umur panen sawi paling
lama 70 hari. Paling pendek umur 40 hari. Terlebih dahulu melihat fisik
tanaman seperti warna, bentuk dan ukuran daun.
Cara panen ada 2 macam yaitu mencabut
seluruh tanaman beserta akarnya dan dengan memotong bagian pangkal batang yang
berada di atas tanah dengan pisau tajam.
Pasca panen sawi yang
perlu diperhatikan adalah :
1. Pencucian dan pembuangan kotoran.
2. Sortasi.
3. Pengemasan.
4. Penyimpanan.
5. Pengolahan.
Sawi Nauli
http://pertanianindonesia.com/benih/sawi/jual-sawi-nauli
Untuk Sawi lainnya :
1.Sawi Tosakan
http://pertanianindonesia.com/jual-sawi-tosakan
2.Sawi Shinta
http://pertanianindonesia.com/jual-sawi-shinta
3.Sawi Flamingo
http://pertanianindonesia.com/jual-sawi-flamingo
Nantikan Update terbaru dari saya :)
Jangan Lupa share ya :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar